Tentang Ketidak-konsistenan

Saya kepikiran tentang bagaimana manusia bisa menunjukkan sikap tertentu, yang bertentangan dengan komunikasi verbalnya. Ada ketidak-konsistenan di sana.

Contoh sederhananya adalah manusia yang mengatakan ‘Gue tertarik sama cerita lo’, tetapi sibuk dengan smartphone-nya saat diajak bicara.

Atau, manusia yang bersikap layaknya ‘anak baik-baik’, tetapi omongannya ujung-ujungnya selalu ‘ngajak ke kamar’. (Oke, sekali-dua kali sih mungkin bercanda, tapi kalau tiap hari yah mungkin memang ‘jualan’.)

Atau, manusia yang bersikap seolah everything’s under control, tetapi saat ada tekanan mendadak meledak. Ledakan yang mungkin tidak dia sadari karena kalimatnya terdengar biasa saja. Ledakan yang orang lain sadari karena kalimatnya terdengar tidak biasa.

Saya bukan yang paling mengerti tentang perilaku manusia. Saya bahkan butuh waktu untuk memahami mengapa saya bersikap tertentu terhadap sesuatu.

Saya hanya khawatir apakah kita masih bisa mengenali diri sendiri kalau terus menerus tidak konsisten seperti ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked. *

Related articles