Tentang Memulai Bersama

“#BullshitLVL : aku mau kok memulainya bersama dari nol. (Ini @twiras)”

Begitu bunyi tweet seorang teman.

Ceritanya saya, teman yang ngetuit ini, dan seorang teman yang terlalu suka kopi dalam perjalanan kembali ke kantor setelah mengikuti keriaan bareng penggiat social media lainnya.

Terjadilah obrolan, mulai dari nanya-nanya sembari colongan curhat lalu berujung pada berbalas komentar. Kemudian tercetuslah kalimat itu dari mulut saya. Yang lantas disambut tawa mencemooh dari kedua teman saya itu.

Apa yang salah dengan kalimat itu? pikir saya.

I was just defining romantic. Setidaknya itu gambaran romantis di kepala saya sampai saat ini: memulai segalanya bersama-sama dari nol (mungkin bukan dalam konteks finansial, tapi dalam konteks garis awal).

Memulai hari, perjalanan, usaha, mimpi, cerita.. apapun bersama-sama, tidak mendahului atau didahului; bersama pasangan yang setara — tidak kelebihan atau kekurangan. Merasa lelah bareng, dan bahagia bareng.

Saya memang belum mengalami yang namanya “memulai bersama dari nol” dengan siapapun. But admit it, the idea sounds like a good movie or song, right?

Atau jangan-jangan ide bagus seperti itu memang hanya terjadi di film atau lagu?

Atau jangan-jangan ide bagus seperti itu memang hanya bullshit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *