This is it! Hari ke-365 di tahun 2010.

2010 saya simpulkan sebagai tahun ‘terjun bebas’, khususnya di zona karya dan keuangan.

Di kuarter pertama saya masih menikmati penghasilan tetap bulanan yang lumayan. Saat itu saya masih bekerja di perusahaan hollistic communication — that’s how my former big boss put it — yang menjadi sumber tetap transaksi kredit di buku tabungan. Masih bisa makan enak, nonton enak, transport enak deh! :D

Lompatan ‘terjun bebas’ dimulai di kuarter kedua, saat saya — setelah 4,5 tahun bekerja — kembali menganggur. Keputusan resign jadi keputusan ‘paling kontroversial’ yang saya ambil di tahun ini. Bahkan sampai malam ini saya masih suka bertanya diri: Kok bisa ya?

Saat itu saya menargetkan cukup 3 bulan, kuarter ketiga saya harus kembali bekerja. Dan bulan pertama kuarter ketiga jadi liburan terpanjang. Bukan.. saya gak liburan keliling Indonesia atau bahkan dunia. Saya hanya melangkahkan kaki ke beberapa tempat baru, mendatangi random events, bertemu orang-orang baru. Bergaya ala movieholic yang mengejar setiap film baru yang tayang di teater/auditorium terdekat.

Tapi rupanya jiwa pekerja gak bisa diajak berleha-leha lama-lama. Bulan kedua kuarter kedua, saya mulai ‘kebakaran’. “Gak bisa begini terus nih!” Saya mulai merasakan tidak nikmatnya tidak berkarya — selain menulis di blog sebelah, berlaga seperti citizen journalist. Saya mulai panik cari kerja tetap baru. Apalagi mengingat pundi-pundi sudah tidak penuh lagi akibat hidup ‘begajulan’ sebulan sebelumnya. Kesempatan kerja datang di bulan berikutnya. ‘Hap! Lalu ditangkap.’

Keputusan ‘terjun bebas’ selanjutnya saya ambil saat harus memilih melanjutkan kerja di perusahaan yang satu atau segera lompat ke perusahaan yang lain. Pasalnya, gak ada jaminan kalau kesempatan berkarya saya akan lebih baik di tempat yang baru. Yang ada hanya harapan.

The rest is history.

Dua bulan itu jadi yang paling ‘menantang’. Saya bergumul dengan lawan terkuat: saya sendiri. Masing-masing kutub ego punya pendapat dan argumen sendiri.

It’s a long story, anyway.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

2 thoughts on “Terjun Bebas di 2010

  1. jadi sampai malam kemarin masih mikir “kok bisa??” huehuheuheue…
    goodluck cicii…semoga bisa kembali hidup enak ya di tahun kelinci ini *tetep*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *