Bayangkan kamu di lorong menuju kamar pas di sebuah toko pakaian. Bayangkan keempat biliknya sedang dipakai. Bayangkan ada dua orang di depan kamu, sama-sama menunggu giliran menggunakan salah satu bilik tersebut. Bayangkan seorang diantaranya, yang datang belakangan, masuk duluan ke dalam bilik yang terbuka, hanya karena dia berdiri paling dekat dengan bilik tersebut.

Sekarang bayangkan kamu di toilet umum. Ketiga biliknya sedang digunakan. Kamu berada paling depan di antrian calon pengguna. Tiba-tiba seseorang menyelinap melewati barisan, mengambil posisi bediri di dekat salah satu bilik toilet.

Pada saat-saat tersebut saya ingin menyerukan satu kata : Woy!

Saya khawatir bangsa ini terperangkap di sebuah ‘budaya’ antri yang salah.

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *