Yogyakarta 24 Jam

Ceritanya Sabtu-Minggu lalu saya bergaya ala rockstar : mampir ke sebuah kota selama 24 jam saja. Gaya banget kan tuh?

Tujuan utama ke Yogya sebenarnya menghadiri sebuah resepsi pernikahan 2 teman, yang kebetulan menikahi satu sama lain. Keduanya kebetulan (atau konspirasi?) berbagi minat traveling yang sama. Dan kesamaan ini mereka terjemahkan dalam bentuk undangan & souvenir pernikahan.

the wedding invitation

 

the souvenir

 

Senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan bersama kedua manusia unik ini. Resepsi pernikahan mereka rasanya lebih cocok disebut sebagai cangkruk, dengan suasana santai yang terbangun selama 2 jam kebersamaan.

Saya bahkan sempat sumbang suara (syukurnya tidak dengan suara yang sumbang), cukup 1 lagu, yang berbarengan dengan kedua pengantin mingle ke area depan panggung.

meet Virtri & Kakilangit

 

Tapi cerita perjalanan ala Nyonya Stark belum berakhir…

Siapa sangka menghabiskan waktu 24 jam di Yogya (dipotong waktu tidur, waktu bengong dan waktu kondangan), bisa membobol pundi-pundi saya? Semua karena bazaar ini :

BAZAAR BATIK!

 

Akh.. manusia memang tempatnya dosa & khilaf. Termasuk khilaf belanja batik :D

Maka dengan hati riang, Nyonya Stark pulang dengan membawa kantong belanja atas nama pelestarian budaya lokal. (Alibi kamu, Tere!)

 

 

Oh, tapi ada satu yang terlewat saat saya di Yogya : belum sempat mencicip kopi joss. Nanti Nyonya Stark kembali lagi deh :)

5 Thoughts.

    • sementara pada pengantin wanita lainnya, sepatu yg dibeli mahal-mahal, bahkan mungkin untuk sekali pake, gak kelihatan sama sekali ( ._.)/|rak sepatu|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *